Manggar (Humas Kemenag Belitung Timur)-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Drs. Suparhun, M.A. menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menerapkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) saat membuka Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan di Aula Kantor Kemenag Beltim, Senin (28/7).
“Kurikulum Satuan Pendidikan ini ya melibatkan juga tempat sekolahnya, timnya, bahkan itu komitenya, orang tuanya dari masyarakat,” ungkapnya.
Keterlibatan ini penting untuk memastikan masukan yang komprehensif dan sebagai bukti penerapan kurikulum tidak hanya dilakukan di madrasah namun juga di rumah.
Diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 terkait penerapan belajar mendalam (deep learning) di seluruh satuan pendidikan mulai tahun ajaran 2025/2026.
Dijelaskannya bahwa, penerapan Kurikulum Satuan Pendidikan ini berfungsi untuk memaksimalkan dan menambahkan isi di luar standar minimum tersebut, sesuai dengan kebutuhan dan potensi satuan pendidikan.
“Dalam implementasinya, perlu ditambah dengan Kurikulum Cinta,” jelas Kepala Kantor Kemenag Beltim, Drs. Suparhun, M.A.
Dengan menambahkan Kurikulum Berbasis Cinta terutama untuk madrasah di lingkungan Kemenag Beltim, maka akan terdapat penambahan konsep kecintaan terhadap Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Setelah acara dibuka, Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan dilanjutkan oleh Pengawas Madrasah Kemenag Beltim, Nurbaiti, S.Pd bersama dengan peserta sosialisasi yang terdiri dari kepala madrasah dan tim penjamin mutu madrasah di lingkungan Kemenag Beltim.