Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H.Tumiran Ganefo, menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bersabar menunggu hasil keputusan pemerintah dalam sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H mendatang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H.Tumiran Ganefo, menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bersabar menunggu hasil keputusan pemerintah dalam sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H mendatang.Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H.Tumiran Ganefo, menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bersabar menunggu hasil keputusan pemerintah dalam sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H mendatang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H.Tumiran Ganefo, menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bersabar menunggu hasil keputusan pemerintah dalam sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H mendatang.Sehingga di Sidang Isbat inilah nantinya, pemerintah akan memutuskan penetuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H tersebut bersama-sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh-tokoh organisasi Islam di Indonesia, duta besar negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kemenag, serta tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Tim Unifikasi Kalender Hijriah Komisi VIII DPR hingga Mahkamah Agung.Untuk itu, Tumiran kembali menghimbau kepada kaum muslim seluruhnya khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar tetap bersabar menunggu hasil keputusan dari pemerintahan negara yang syah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowidodo. Karena Kementerian Agama Republik Indonesia hanyalah memfasilitasi tugas pokok dan fungsi tugas yang diembankan negara kepadanya tersebut.
Semoga hal ini dapat semakin dipedomani dengan baik oleh sluruh umat Islam, sesuai dengan perintah Allah Swt di dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 59 yang berbunyi Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla wa ulil-amri mingkum, fa in tanāza’tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā. Al-Qur`an Surah An-Nisa Ayat 59 ini mengandung arti “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Selain itu, orang nomor satu di Kanwil Kemenag Babel ini juga mengajak kepada seluruh masayrakat khususnya umat muslim untuk senantiasa banyak bersyukur kepada Allah Swt, karena tahun ini secara mekanisme dan prosedur pelaksnaaan ibadah puasa, tarawaih, sampai Sholat Iedul Fitri 1444H sudah lebih dilonggarkan dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah, guna mengantisipasi akibat pandemi covid-19 yang masing berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadab dan Idul Fitri 1443 H atau 2022 M lalu.“Namun untuk di momentum Ramadan dan Idul Fitril 1444 H, kita semua tetap harus waspada, karena bagaimanapun covid-19 ini masih ada, untuk itu mari saling menjaga demi kenyamanan dan kepentingan bersama-sama dengan cara tetap mengikuti sesuai protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti salah satunya adalah tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga system imun tubuh agar tidak mudah terserang virus-virus penyakit,” ajaknya.Tumiran juga mempersilahkan kepada masyarakat untuk merayakan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444H dengan penuh syukur dan suka cita. Namun tetaplah harus pandai mensiasati pelaksanaan kegiatan takbiran agar berjalan secara tertib sebagaimana yang diharapkan bersama.
” Salah satunya adalah kita menghimbau pada saat melaksanakan kegiatan takbiran keliling, maka jangan menggunakan mobil atau kendaraan yang tidak layak. Misalnya kapasitas mobil yang seharusnya hanya untuk 4 orang tapi diisi sampai 20 orang, sehingga alangkah bijaknya agar hal tersebut tidak dilakukan, karena kita ingin mengantisipasi dari segala hal yang tidak kita inginkan dan membuat kita tidak bahagia di malam takbiran,” dorong Mantan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN SAS Babel Masa Bakti 2018 – 2021 ini. (tras)