Manggar (Humas Kemenag Belitung Timur)-Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur (Kemenag Beltim) terus bergerak memajukan madrasah di lingkungan Kabupaten Belitung Timur. Melalui gelaran Workshop Pengembangan Kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Belitung Timur (MTsN 1 Beltim) pada Jumat (31/7/26), Kemenag Beltim resmi membuka dan mengisi materi untuk para peserta yang terdiri dari guru MTs Negeri 1 Beltim, MTs Muhammadiyah Gantung, dan MTs Roudlotus Sahliyyin Al-Mustarsyidin Kelapa Kampit.
Pembukaan Workshop Pengembangan Kurikulum ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Beltim, Amizan Wardi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah sekaligus Pengawas Madrasah Kemenag Beltim, Nurbaiti.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Beltim, Amizan Wardi mengapresia dan berterima kasih terhadap para guru yang selalu bersemangat dalam mendidik dan mengembangkan kompetensi untuk mencerdaskan peserta didik yang ada di wilayah Kabupaten Belitung Timur.
Pada kesempatan ini, dirinya juga menyampaikan arahan Kementerian Agama RI kepada para guru untuk mengantisipasi dan mengedukasi tentang LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer/Questioning) yang membayangi anak-anak masa kini.

“Terdapat kebijakan Menteri Agama RI untuk edukasi terkait LGBTQ terhadap anak-anak. Mulai dari kelas 4 sampai SMA berdasarkan Perpres Nomor 111 Tahun 2025,” jelasnya.
Harapannya, penyampaian ini dapat ditindaklanjuti oleh para guru yang menjadi orang tua di tiap madrasah agar edukasi yang disampaikan dapat lebih efektif dan diterima oleh para siswa.
Workshop Pengembangan Kurikulum di MTs Negeri 1 Beltim ini berjalan dengan lancar dan interaktif. Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Beltim, Nurbaiti memberikan materi terkait pengembangan kurikulum melalui diskusi aktif agar tiap hal yang disampaikan dapat diterima oleh peserta dengan lebih jelas dan optimal.
“Tujuan dari workshop ini adalah untuk melengkapi perangkat pembelajar Bapak Ibu. Terlebih, untuk MTs 1 Beltim yang akan menuju akreditasi,” ungkapnya pada para peserta.
Melalui workshop yang dilaksanakan sejak pagi hingga sore, para guru dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam menyusun serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam. Dengan harapan, madrasah mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter, berempati, dan selalu bersemangat dalam menuntut ilmu.







