Jalan Raya Manggar Gantung – Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan

Telpon (0719) – 9220077 | Email : kabbelitungtimur@kemenag.go.id

Akses Menu Selengkapnya

Saling Berbagi Gagasan, KUA Simpang Renggiang Terima Silaturahmi Hangat dari Komunitas Tebat Rasau

Simpang Renggiang-Pagi yang cerah mengiringi momen istimewa yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Simpang Renggiang. Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan dari Komunitas Tebat Rasau tiba dengan membawa semangat kebersamaan yang kental. Kunjungan ini dipimpin oleh tiga tokoh penggerak komunitas yakni Pak Nasidi, Pak Marwan, dan Pak Diki, yang datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk berbagi cerita dan gagasan seputar kehidupan sosial masyarakat di sekitar kawasan Tebat Rasau.

Kedatangan ketiganya disambut hangat oleh jajaran KUA Simpang Renggiang. Sejak awal pertemuan, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tidak ada sekat formal yang kaku, yang ada justru obrolan santai namun sarat makna, mencerminkan eratnya hubungan antara lembaga keagamaan dan masyarakat akar rumput di wilayah tersebut.

Tebat Rasau: Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam perbincangan tersebut adalah upaya meluruskan cara pandang publik terhadap Tebat Rasau. Selama ini, kawasan yang terletak di Desa Lintang tersebut dikenal luas sebagai destinasi wisata alam dengan daya tarik sungai purba, serta menjadi lokasi riset flora dan fauna yang kerap dikunjungi peneliti maupun akademisi.

Namun, menurut Pak Nasidi, Pak Marwan, dan Pak Diki, identitas Tebat Rasau sesungguhnya jauh lebih kaya daripada sekadar label wisata dan riset ilmiah. Bagi masyarakat setempat, Tebat Rasau adalah ruang hidup, tempat berlangsungnya interaksi sosial, tempat tumbuhnya kearifan lokal, dan tempat masyarakat Desa Lintang menggantungkan sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari mereka, baik secara ekonomi, budaya, maupun sosial.

Ketiganya menekankan pentingnya memandang Tebat Rasau secara utuh sebagai satu kesatuan ekosistem sosial dan alam. Pelestarian kawasan ini, menurut mereka, tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Dengan kata lain, menjaga kelestarian sungai purba dan keanekaragaman hayati di Tebat Rasau harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kesejahteraan dan keharmonisan sosial warga Desa Lintang.

Dialog Terbuka Seputar Isu Sosial

Selain membahas identitas dan potensi Tebat Rasau, pertemuan ini juga menjadi wadah bagi komunitas untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial yang tengah berkembang di tengah masyarakat. Diskusi berlangsung cair, mengalir dari satu topik ke topik lainnya, mencerminkan keterbukaan kedua belah pihak untuk saling mendengarkan.

Mohammad Aminollah selaku Kepala KUA Simpang Renggiang turut menyambut baik masukan-masukan yang disampaikan oleh perwakilan komunitas. Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat, khususnya dalam pembinaan sosial-keagamaan, KUA memandang pentingnya menjalinkomunikasi yang berkelanjutan dengan komunitas-komunitas lokal seperti Tebat Rasau. Sinergi semacam ini dinilai krusial untuk menciptakan harmoni sosial sekaligus mendukung pelestarian warisan alam dan budaya yang menjadi kebanggaan Simpang Renggiang.

Ditutup dengan Jamuan Makan Bersama

Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan ini akhirnya ditutup dengan momen kebersamaan berupa jamuan makan bersama. Di sela-sela hidangan yang disajikan, obrolan ringan terus mengalir, semakin mempererat tali silaturahmi antara komunitas Tebat Rasau dan pihak KUA Simpang Renggiang.

Momen sederhana berbagi makanan ini menjadi penutup yang begitu bermakna, menegaskan bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan ikatan persaudaraan yang tulus antar sesama warga Simpang Renggiang.

Harapan untuk Masa Depan

Kunjungan Pak Nasidi, Pak Marwan, dan Pak Diki ke KUA Simpang Renggiang ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Baik komunitas Tebat Rasau maupun KUA sama-sama berharap agar sinergi ini terus terjaga, tidak hanya dalam bentuk pertemuan seremonial, tetapi juga dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat Desa Lintang dan Simpang Renggiang secara keseluruhan.

Ke depan, dialog semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, penguatan nilai-nilai sosial-keagamaan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Tebat Rasau yang kaya akan sejarah dan potensi ini.

 

Kontributor: Adi Solihin (KUA Kecamatan Simpang Renggiang)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
Picture of Dipublikasikan Oleh :

Dipublikasikan Oleh :

Humas Kemenag Belitung Timur

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Belitung Timur

Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan
Jl. Raya Manggar Gantung - Belitung Timur

Peta Lokasi

© Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur - 2025 All Rights Reserved.