Belitung Timur – Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Belitung Timur, Amizan Wardi, S.Pd.I melakukan monitoring dan evaluasi manajemen pengelolaan RA yang ada diwilayah Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur sebelum pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk RA terlaksana. Adapun kegiatan ini berlangsung pada Rabu (16/03) yang dilaksanakan di RA Perwanida, RA Al Wardah dan RA Pelangi Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.
Menurut Amizan, kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi tata kelola ataupun manajemen pengelolaan BOP yang nantinya akan cairkan. “Untuk itu Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) harus dapat dikelola secara benar dan dapat dipertanggung jawabkan, yang paling penting tertib administrasi dan lakukan koordinaasi dan konsultasi secara kontinyu,” jelas Mizan.
Program BOP RA yang di luncurkan Kementerian Agama di seluruh Indonesia merupakan program utama pendidikan anak usia dini, saat ini diharapkan mampu membantu dalam memenuhi biaya operasional pendidikan RA dan memberikan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu sehingga mendukung pelaksanaan program pendidikan Pada Usia Dini.
Sesuai petunjuk teknis, BOP RA merupakan biaya penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan RA yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional RA. Beliau menekankan adanya program yang benar–benar dapat dilaksanakan secara maksimal dalam memajukan lembaga RA. Sehingga dapat mencetak peserta didik yang berbakat, cerdas dan berkarakter.
Pengelolaan dana BOP RA menurut Kasi pendidikan Madrasah harus di kelola secara profesional, akuntabel, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan serta harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemberdayaan RA dalam rangka peningkatan akses, mutu, dan manajemen RA.
“Pentingnya tertib administrasi dalam tata kelola BOP, baik dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan penerima BOP RA harus mampu mengelola anggaran bantuan pemerintah tersebut dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dengan adanya monitoring ini diharapkan dapat memaksimalkan manajemen pengelolaan RA yang lebih baik lagi” katanya. (DK)