Simpang Renggiang-Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Kecamatan Simpang Renggiang yang digelar di Ruang Pertemuan Kecamatan Simpang Renggiang, Rabu (1/4/26).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Simpang Renggiang, para kepala desa, sekretaris desa, kepala sekolah, serta penyuluh kesehatan se-Kecamatan Simpang Renggiang. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga wadah memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun daerah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Ariyanto mengajak seluruh peserta untuk menjadikan halalbihalal sebagai titik awal memperbaiki hati dan hubungan sosial. Dirinya menekankan pentingnya saling memaafkan dan berlapang dada sebagai fondasi dalam membangun kerja sama yang harmonis.
“Ketika hati bersih, langkah lebih ringan dan mudah menuju surga. Surga bukan hanya terkait ritual ibadah semata, tapi kelapangan hati, tanpa dendam juga tidak kalah pentingnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Simpang Renggiang, Herri Susanto dalam paparannya menegaskan bahwa salah satu tantangan utama yang harus dihadapi bersama adalah persoalan stunting. Harapannya, seluruh elemen dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Dengan segala keterbatasan dana, dirinya terus berkomitmen untuk mencegah stunting melalui edukasi pada remaja, ibu hamil, dan pascakehamilan. Hal ini penting terkait pengetahuan akan pentingnya gizi dan pola asuh. Camat Simpang Renggiang, Herri Susanto optimis bahwa semangat kebersamaan akan mampu menanggulangi stunting di Kecamatan Simpang Renggiang.
Menanggapi isu stunting dan perkawinan usia dini, Kepala KUA Simpang Renggiang, Mohammad Aminollah menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya edukatif secara berkelanjutan.
Setiap tahun KUA telah melaksanakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, serta Bimbingan Pascaperkawinan bagi para orang tua.
Tidak hanya itu, Penyuluh Agama Islam KUA Simpang Renggiang juga aktif menggelar kegiatan rutin bertajuk “Kelas Inspirasi” yang menyasar siswa sekolah menengah sebagai bentuk edukasi dini tentang kehidupan berkeluarga dan kesehatan generasi.
“Edukasi harus dimulai sejak dini. Harapannya, upaya ini mampu menekan angka perkawinan usia muda dan berkontribusi dalam pencegahan stunting,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, sinergi, dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat Simpang Renggiang. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, diharapkan berbagai tantangan, termasuk stunting, dapat diatasi secara bertahap.
Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum memperkuat hati, menyatukan langkah, dan meneguhkan komitmen demi masa depan Simpang Renggiang yang lebih sehat dan sejahtera.
Penulis: Adi Solihin, Penyuluh Agama Islam Simpang Renggiang
