Gantung (Humas Kemenag Belitung Timur) — Sebanyak 16 orang petugas fardu kifayah Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, mengikuti Pelatihan Fardu Kifayah (Pengurusan Jenazah) yang digelar di Kantor Desa Selinsing pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan pengurusan jenazah secara syar’i dan benar.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Selinsing, Harianto, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para peserta atas kepedulian dan kesiapan mereka melayani masyarakat, khususnya dalam pengurusan jenazah. Dirinya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan hingga selesai.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Gantung, Arumuzwara, S.Ag, yang memberikan penjelasan teoritis mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan fikih, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan praktik langsung oleh H. Mukhlisul Fatih, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Manggar. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami langkah-langkah teknis pengurusan jenazah, termasuk simulasi memandikan dan mengafani jenazah.
Para peserta terlihat antusias dan aktif bertanya, khususnya terkait kasus-kasus yang sering ditemui di lapangan. Suasana pelatihan berjalan hangat dan penuh perhatian, karena sebagian peserta merupakan petugas baru yang membutuhkan pendalaman praktik.

Menjelang waktu Zuhur, kegiatan resmi ditutup oleh Kepala Desa Selinsing. Dirinya berharap para peserta terus belajar dan tidak merasa puas hanya dengan pelatihan singkat ini. Kepala Desa Selinsing, Harianto berpesan agar para peserta pemula dapat belajar dengan mendampingi petugas senior saat ada warga yang meninggal untuk meningkatkan kemampuan praktiknya.
Pelatihan Fardu Kifayah ini menjadi wujud kolaborasi pemerintah desa dengan Kementerian Agama dalam memperkuat layanan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam hal ibadah sosial yang sangat dibutuhkan setiap waktu.
