Manggar—Upaya penguatan pengelolaan data keagamaan terus dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur (Kemenag Beltim) melalui kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Data Majelis Taklim level Admin KUA, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan penggunaan aplikasi SIMPENAIS sebagai sistem pendataan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Belitung Timur di Manggar, kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam ini diikuti oleh tujuh orang admin dari tujuh KUA kecamatan. Sejak awal kegiatan, suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Para peserta hadir dengan semangat untuk memahami sistem baru yang akan menjadi bagian penting dalam pengelolaan data majelis taklim ke depan.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi melalui WhatsApp Group (WAG) admin KUA yang telah dibentuk sebagai sarana komunikasi dan koordinasi. Setelah pembukaan, peserta mendapatkan pengarahan teknis terkait proses login dan penggunaan awal aplikasi SIMPENAIS. Momen ini menjadi bagian penting, karena sekaligus dilakukan penilaian terhadap admin yang telah berhasil mengakses sistem sebagai indikator kesiapan awal.
Dalam arahannya, Abd. Maliki selaku admin kabupaten dari Staf Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur, menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antar admin. Dirinya menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi aplikasi tidak hanya bergantung pada pemahaman teknis, tetapi juga pada sinergi dan semangat belajar bersama.
“Terkait penggunaan aplikasi ini nantinya dan seterusnya, kita perlu berkomunikasi di WAG yang terbentuk ini. Mari kita belajar bersama dan berkembang terus untuk kemajuan bersama,” ujarnya di hadapan peserta.
Dirinya juga mengingatkan bahwa saat ini para admin KUA mulai dihadapkan dengan berbagai aplikasi berbasis digital, sehingga diperlukan adaptasi dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu formal, tetapi bisa dilakukan melalui sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk memanfaatkan grup komunikasi seperti WAG.
“Walaupun hanya melalui WAG Admin KUA Kecamatan, kita tetap bisa belajar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah berhasil login ke aplikasi SIMPENAIS. Kami selaku Admin Kabupaten siap membantu,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, interaksi antara narasumber dan peserta terjalin dengan baik. Beberapa peserta aktif bertanya terkait kendala teknis yang dihadapi, sementara yang lain saling berbagi pengalaman. Hal ini menciptakan suasana diskusi yang hangat namun tetap fokus pada tujuan utama kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antar admin KUA semakin solid, terutama dalam mengelola dan menyelesaikan permasalahan data majelis taklim. Grup WAG yang telah dibentuk akan menjadi ruang bersama untuk berdiskusi dan mencari solusi secara kolektif.
Ke depan, kerja sama yang baik antara admin KUA dan para penyuluh agama di lapangan menjadi kunci keberhasilan implementasi SIMPENAIS. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan pengelolaan data keagamaan di Kabupaten Belitung Timur semakin akurat, tertib, dan mendukung pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (AM/Bimas Islam)

