Palembang (Humas Kemenag Belitung Timur)-Sebanyak 16 jemaah haji asal Kabupaten Belitung Timur yang tergabung dalam Kloter PLM 6 tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 07.45 WIB, Kamis (19/6/2025). Kedatangan jemaah disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta jajaran.
Kedatangan para jemaah diselimuti suasana haru dan syukur. Dari total 19 jemaah asal Belitung Timur, 16 orang telah tiba dalam keadaan selamat dan sehat. Sementara itu, satu jemaah asal Belitung Timur meninggal dunia di Tanah Suci, dan dua jemaah lainnya yang tergabung dalam Kloter PLM 8 dijadwalkan akan tiba pada hari Sabtu, 21 Juni 2025, pukul 18.00 WIB.
Pengalaman yang Tak Terlupakan
Salah satu jemaah, Nachrawi (77 tahun) yang merupakan jemaah tertua dari Belitung Timur, membagikan pengalaman spiritualnya kepada Tim Humas Kemenag Belitung Timur. Ia menceritakan momen mendebarkan ketika sempat terpisah dari rombongan saat berada di Tanah Suci.
“Saya terus berzikir dan berdoa memohon kepada Allah agar saya secepatnya ditemukan kembali bersama rombongan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Beliau menambahkan, seorang jemaah dari negara lain yang memiliki postur tubuh lebih besar darinya datang dan menolong. Dengan menunjukkan identitas dan gelang haji, Nachrawi dituntun oleh jemaah tersebut untuk melapor kepada petugas haji, hingga akhirnya berhasil kembali bergabung bersama rombongan.
Layanan Petugas yang Membantu
Sementara itu, Kudri Ajemal, Ketua Rombongan Jemaah Haji Belitung Timur juga membagikan kesan positifnya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia menyoroti peran para petugas haji yang sigap dan penuh perhatian.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya petugas. Mereka selalu menuntun kami dalam beribadah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi akomodasi dan konsumsi yang berjalan lancar selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Langsung Bertolak ke Belitung
Setelah tiba di Palembang, jemaah haji asal Belitung Timur dijadwalkan langsung bertolak ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung menggunakan pesawat Garuda Indonesia, tanpa transit di Pangkalpinang.