Damar-Membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman membutuhkan perhatian serta pembinaan dari berbagai pihak. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jambore Remaja se-Kecamatan Damar yang digelar pada Sabtu (31/10/2026) di Gedung Moestar Moeis.
Kegiatan yang diikuti oleh para remaja se-Kecamatan Damar ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan komunikasi bagi generasi muda untuk mengenali berbagai persoalan yang tengah berkembang di lingkungan pergaulan remaja.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan pembinaan generasi muda, kegiatan jambore dikemas dalam suasana santai, menyenangkan, sekaligus edukatif. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti peserta dengan penuh semangat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran jasmani, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun keakraban dan kebersamaan antarremaja dari berbagai wilayah di Kecamatan Damar.
Suasana semakin menarik ketika kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan Zulfaizin, Penyuluh Agama Islam KUA Damar, sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para remaja untuk lebih mengenali berbagai fenomena sosial yang menjadi tantangan serius bagi kehidupan generasi muda saat ini.
Dirinya mengangkat sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari penyalahgunaan minuman keras, balapan liar, kebiasaan merokok dan penggunaan vape, judi online, pinjaman online, hingga perilaku seks pranikah.
Menurutnya, berbagai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memberikan dampak negatif terhadap masa depan remaja apabila tidak disikapi dengan pengetahuan, kesadaran, dan pengendalian diri yang baik. Remaja perlu memiliki kemampuan untuk membedakan mana perilaku yang membawa manfaat dan mana yang justru dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sosialnya.
Agar materi lebih mudah dipahami dan tidak terkesan monoton, Penyuluh Agama Islam KUA Damar, Zulfaizin menggunakan pendekatan edukasi yang komunikatif dengan menampilkan sejumlah studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui contoh-contoh tersebut, peserta diajak untuk menganalisis persoalan, memahami risiko yang mungkin timbul, serta menentukan sikap yang tepat ketika menghadapi situasi serupa dalam kehidupan nyata.
Tidak hanya itu, suasana diskusi semakin hidup dengan adanya permainan tebak-tebakan bertema mitos atau fakta. Dalam sesi ini, para peserta diajak mengidentifikasi berbagai informasi dan anggapan yang berkembang di kalangan remaja. Metode tersebut menjadi cara menarik untuk menguji pengetahuan sekaligus meluruskan pemahaman yang kurang tepat mengenai berbagai perilaku berisiko.
Pendekatan yang menggabungkan pemaparan materi, studi kasus, dan permainan edukatif ini berhasil menciptakan suasana diskusi yang lebih terbuka dan menyenangkan. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan narasumber, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pandangan terhadap berbagai persoalan yang dibahas.
Antusiasme para remaja terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai respons dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa isu-isu yang diangkat merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka dan penting untuk mendapatkan perhatian serta pemahaman yang benar.
Melalui forum tersebut, para remaja juga diajak untuk menyadari bahwa masa muda merupakan fase penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, setiap keputusan dan pilihan dalam pergaulan perlu dipertimbangkan secara matang. Kemampuan menjaga diri, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang mengarah pada perilaku negatif menjadi bagian penting dalam membangun pribadi yang tangguh.
Kegiatan Jambore Remaja se-Kecamatan Damar ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi semata, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi para peserta. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi bekal bagi remaja untuk saling mengingatkan dan mengajak teman sebaya dalam hal-hal yang positif.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan tumbuh generasi muda Kecamatan Damar yang tidak hanya memiliki wawasan luas, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan zaman.
Jambore ini menjadi pengingat bahwa membina generasi muda bukan hanya tentang memberikan nasihat, melainkan juga menghadirkan ruang dialog yang terbuka, menyenangkan, dan relevan dengan dunia mereka. Dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.