Jalan Raya Manggar Gantung – Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan

Telpon (0719) – 9220077 | Email : kabbelitungtimur@kemenag.go.id

Akses Menu Selengkapnya

Keterbatasan Dana Tak Halangi Inovasi, KUA Simpang Renggiang Tanam Tandon Air Demi Keamanan

Simpang RenggiangTidak semua perjuangan pelayanan publik terjadi di balik meja dan berkas administrasi. Kadang, ia berwujud sederhana: sebuah lubang di tanah, pipa yang disambung dengan tangan sendiri, dan keringat yang mengalir demi memastikan air tetap mengalir untuk masyarakat yang datang mengurus keperluan agama mereka. Itulah yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Simpang Renggiang pada Rabu, 29 Juli 2026. 

Selama bertahun-tahun, tandon air yang menjadi sumber kebutuhan harian kantor diletakkan begitu saja di ruang Balai Nikah, ruang yang seharusnya menjadi tempat sakral penuh doa dan ijab kabul, kini juga merangkap fungsi sebagai gudang penyimpanan air. Bukan karena tidak ada niat untuk menata dengan lebih baik, melainkan karena realita anggaran yang jauh dari kata cukup. Mengadakan tower atau menara tandon air, sesuatu yang bagi banyak instansi lain adalah hal biasa, bagi KUA Simpang Renggiang adalah kemewahan yang belum terjangkau. 

Namun di balik keterbatasan itu, ada luka lain yang lebih dalam: trauma. KUA Simpang Renggiang pernah merasakan pahitnya dibobol maling, sebuah pengalaman yang meninggalkan bekas kewaspadaan hingga kini. Setiap kali malam tiba dan kantor kosong, ada saja kekhawatiran yang menyelinap: bagaimana jika tandon air, satu-satunya sumberkebutuhan pokok kantor, turut menjadi incaran? Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Kabar pencurian tandon air yang menimpa instansi lain sempat terdengar, menjadi pengingat bahwa ancaman itu nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk mereka.

Di tengah dilema antara kebutuhan mendesak dan dana yang terbatas, muncul sebuah gagasan dari sosok yang tak pernah kehabisan akal: Mohammad Aminollah, Kepala KUA Simpang Renggiang. Alih-alih menunggu anggaran yang entah kapan cukup, atau membiarkan kekhawatiran terus menghantui, ia menggagas solusi yang sederhana namunpenuh makna, menanam tandon air itu ke dalam tanah.

Sebuah ide yang terdengar sederhana, namun menyimpan kearifan tersendiri. Dengan menanam tandon ke dalam tanah, risiko pencurian dapat ditekan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun tower. Tanah, yang selama ini hanya dipijak, kini menjelma menjadi benteng pelindung bagi sumber air kehidupan kantor.

Gagasan itu pun tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas. Dengan bantuan seorang warga membantu menggali lubang dengan eskavator untuk penanaman tandon. Sementara itu, seluruh personil KUA Simpang Renggiang turun tangan langsung. Tanpa dana, tanpa menunggu tukang atau jasa profesional, mereka sendiri yang merangkai pipa demi pipa, memasang pompa air, memastikan setiap sambungan kuat dan tidak bocor. Peluh yang menetes bukan datang dari pekerjaan yang biasa mereka lakukan sehari-hari, namun dikerjakan dengan penuh keikhlasan karena mereka tahu, ini bukan sekadar memperbaiki instalasi air, ini tentang menjaga keberlangsungan pelayanan bagi masyarakat yang mereka layani.

Ketika ditanya mengenai gagasan tersebut, Mohammad Aminollah menyampaikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Baginya, pelayanan terbaik tidak selalu lahir dari anggaran yang besar, melainkan dari kemauan untuk terus mencari jalan keluar, sekecil apa pun sumber daya yang dimiliki.

Kegiatan ini barangkali tidak akan tercatat dalam laporan kinerja tahunan yang formal, atau menjadi sorotan media besar. Namun di baliknya, tersimpan sebuah pelajaran berharga tentang keterbatasan bisa menjadi ladang subur bagi kreativitas, dan kebersamaan antara aparat negara dan masyarakat mampu menyelesaikan persoalan yang tampak sederhana namun menyimpan makna besar.

Di KUA Simpang Renggiang, tanah tidak hanya menyimpan tandon air. Ia menyimpan keteguhan dalam keterbatasan, dan bukti nyata bahwa pelayanan publik yang tulus selalu menemukan jalannya meski harus digali dengan tangan sendiri. Inovasi dalam keterbatasan. Itulah wajah sesungguhnya dari pengabdian.

Kontributor: Adi Solihin (KUA Simpang Renggiang)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
Picture of Dipublikasikan Oleh :

Dipublikasikan Oleh :

Humas Kemenag Belitung Timur

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Belitung Timur

Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan
Jl. Raya Manggar Gantung - Belitung Timur

Peta Lokasi

© Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur - 2025 All Rights Reserved.